Home » Refleksi
You are currently browsing entries tagged with the keywoard: Refleksi
Hujan yang mengguyur Jakarta siang itu membuat seorang kurir harus bergegas sampai tujuan sebelum barang yang dipesan customer nya basah. Rela mengorbankan Jas/mantel hujannya untuk menutupi barang milik customer yang dibawanya, Ia rela kehujanan hanya untuk sebuah dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya.
Written on January 21, 2010 | Posted in
Renungan |
No comment
Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua [...]
Written on January 20, 2010 | Posted in
Refleksi |
Comments
Kisah menarik dari saya berasal kutipan buku setelah membaca buku tipis berjudul “Puspa Sari Mitologi Yunani” karangan Herman J Weschler yang diterbitkan penerbit Ganesha pada 1976. Begini ceritanya: Selain manusia, bumi dulu juga ditempati oleh para titan. Zeus sangat tidak menyukai beberapa titan, dan titan yang paling tak disukainya adalah Promotehus yang bersikukuh hendak mencuri [...]
Senja setelah lelah bergumul dengan jalanan ibukota. Aku menyingkir dari kepenatan. Menuju ruang persinggahan. Di bantaran kali yang terpolusi hebat, di bawah pohon yang kuheran masih saja ia segan tuk tumbuh di sana. Seperti sebuah keterpaksaan, dari pencarian-pencarian yang telah digelar untuk sebuah kenyamanan tumbuh. Tapi nihil, apa yang bisa kalian harapkan dari sebuah kota [...]
Written on January 17, 2010 | Posted in
Prosa,
Renungan |
No comment
Apa jadinya jika hidup kita tanpa adanya keterbatasan, logikanya semua bisa kita lakukan (sepertinya terdengar menyenangkan) tetapi menurut saya itu sangat menakutkan, seperti contoh berikut ini : Mendengar : bayangkan saja jika pendengaran anda tidak ada keterbatasan.anda bisa mendengarkan sesuatu yang halus dan sangat halus dan bahkan mendengarkan suara makhluk halus.
Written on January 15, 2010 | Posted in
Renungan |
Comments
Ketika kau berada di sini, Aku tak bisa melihatmu dalam mata Bagai malaikat kulit tubuhmu membuatku menangis Kau melayang bak bulu dalam dunia yang indah Dan aku berharap menjadi istimewa, Karena kau sangat istimewa
Written on January 15, 2010 | Posted in
Hiburan,
Puisi,
Sastra |
1 comment