Mahalnya Sebuah Ilmu


Kontributor : antokoe™

Mahalnya Sebuah Ilmu

I’m not Monkey

Pas liburan kemarin iseng-iseng, Jono pergi sebuah toko hewan (pet-shop). Niatnya dari rumah adalah pengin mencari kandang buat Hamster soalnya yang lama sudah sesak. Masuklah ke toko hewan, tengak-tengok mencari kandang yang dimaksud. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan langsung bertanya kepada penjaga toko. “Monyet itu harganya berapa mas?“. Dengan ramahnya penjaga menjawab, “Oh…kalau yang itu harganya 25 juta..!”. Tanpa pikir panjang laki-laki itu mengeluarkan segepok uang dari tasnya dan langsung membayar monyet itu dengan tunai. Setelah itu monyet dalam kandang langsung dibawa pulang.

Menyaksikan kejadian itu, Jono jadi penasaran. “Monyet apaan kok harganya sampai 25 juta”. Untuk mengobati rasa penasaran, Jono menanyakan langsung ke penjaga toko. “Mas monyet kecil begitu kok harganya sampai 25 juta sih?”. Si penjaga menjawab dengan singkat, dan tanpa emosi sedikitpun.  “Oh,,, kalau yang tadi itu mahir program Visual Basic”. Si Jono kaget dan heran, yang notabene dia adalah mahasiswa informatika semester 3. Ditengah keheranan, masuklah seorang ibu (bersama ajudannya) yang kalau dilihat dari penampilannya seperti seorang yang mempunyai kekuasaaan. Si ibu langsung menuju kandang yang posisinya sebelah kanan depan  Jono. “Mas saya mau beli yang ini mas?“, si ibu berbicara dengan penjaga toko. “Mau bayar tunai apa cek bu?”, tanya si penjaga. “Tunai saja”, jawab singkat si ibu. Langsung si ibu mengeluarkan sepuluh  gepok uang 100 ribuan dan menyerahkan kepada si penjaga. Si penjaga menerima dengan hati-hati kemudian membuatkan kuitansi. Setelah selesai si ibu beranjak pergi, sementara sang ajudan menggotong kandang yang berisi monyet tadi menuju mobil yang sudah diparkir didepan toko.

Lebih penasaran lagi si Jono, langsung tanya dengan si penjaga. “Yang tadi monyet apalagi kok harganya sampai 100 juta?”. Si penjaga menjawab dengan entengnya seperti biasa, “Monyet yang tadi itu mahir .NET, PHP”. Si Jono melongo mendengar jawaban si penjaga toko.  Saking penasarannya mendekatlah Jono ke kandang monyet di pojok toko, dan matanya langsung tertuju pada label yang ada dikandang. “Mas kalau monyet ini kok harganya sampai 500 juta?“. Si penjaga diam sambil merapikan susunan makanan kucing yang ada dirak, terus mendekati si Jono, “Yang ini mas….?”, sambil menunjuk monyet dalam kandang. “Yang ini adalah project manager yang mahir bahasa program JAVA dan sudah mengantongi beberapa sertifikat dari Sun Microsystem”.

Si Jono nyengir mendengar jawaban penjaga toko. Dalam penjalanan pulang si Jono pikirannya berputar-putar, ternyata ilmu itu mahal lebih-lebih ilmu yang diimbagi kecakapan khusus.

Terinspirasi dari buku A Project Management Primer (Nick Jenkins 2005).

antokoe/12012010

Popularity: 22% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Kontributor KBM:  Seorang dosen dan blogger yang senang dengan pemrograman, mencoba untuk belajar dan berbagi.


Artikel Terkait:

  1. Ilmu Adalah Value
  2. Sebuah Keterbatasan
  3. arti sebuah perasaan
  4. Senandung jiwa
Posted by antokoe™ on Jan 12th, 2010 and filed under Pendidikan, Renungan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

6 Responses for “Mahalnya Sebuah Ilmu”

  1. Hariez says:

    benar untuk mendapatkan ilmu khusus itu terkadang membutuhkan pengorbanan yang ‘lebih’ agar tak menjadi sia-sia pengorbanan tersebut. contohnya saja cerita diatas jikalau disimak lebih jauh, disini ada pesan moral yang menyebutkan semakin kita menguasai satu bidang ilmu semakin mahal pula nilai jual ilmu kita dalam artian, ilmu yang kita tuntut dengan biaya yang tak murah akan semakin berharga lagi JIKA menguasai ilmu tersebut *mudah-mudahan benar*

  2. kupatahu28 says:

    ini portal perasaan robah” mulu…, emang Admin nya yg rajin atau Admin nya kurang kerjaan yaa..???

    • adminKBM says:

      inilah wajah baru dari KBM, bentuk pendewasaan. sekrang yang menyumbang tulisan ini tidak harus punya blog, yang penting punya ketertarikan dengan menulis dan menulis bagus. bagi kontributor yg terdaftar, artikel akan disaring untuk dipublikasikan. tidak mudah mengelola penulis yang punya motivasi yang ego yang berbeda. tulisan yang tidak layak akan dimasuk ke Trash.

  3. wong kito says:

    hahahhah monyetnya canggih jg

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco