Home » Cerpen Pendidikan Renungan You are currently browsing entries filed in: Cerpen Pendidikan Renungan

Mengenal Diriku

Dua orang kakak beradik yang merupakan pembesar negara dan kaya raya melakukan sebuah perjalanan, ditengah perjalanan mereka tersesat disebuah daerah yang terpencil, asing dan sepi, tetapi mereka menemukan sebuah gubug kecil dan memutuskan untuk singgah ditempat itu karena kelelahan dan hari sudah larut malam. Didalam gubug itu terdapat seorang wanita tua yang miskin dan sangat [...]

Di Mana

Ketika keadilan diburamkan Ketika hak dirampas Ketika kebebasan dihadang oleh perizinan yang penuh birokrasi sesat Ketika itu pula jiwa meradang Satu sisi anarki diberangus, disatu sisi kekerasan dipertontonkan Penindasan terhadap kehidupan Pembunuhan kreativitas Katanya pemerataan Katanya junjung tinggi HAM Katanya… katanya… katanya… Tapi yang menari di pelupuk mata adalah cengkraman tangan-tangan api Yang sewaktu-waktu meledak [...]

Imam Cinta

Lelehan air mata itu kini lahirkan rasa dalam lubang hati yang kering di dua musim. Dan ketika secawan rasa yang meluncur ke jantung ini, seolah memaksa untuk mengatakan, “Dik hinakah jika aku menjadi imam dalam hidup mu ?”

Asa

Mata menerawang malam Resah mengiringi penantian Tanpa pasti bila cinta itu datang Hanya yakin bahwa Rahmat-Nya kan menjelang ah……semoga ikut serta pada blog sahabat dalam Puisi Cinta Satu Bait Filed under: Aku, KBM, Sastra Tagged: bait, Cinta, KBM, Lomba, Puisi, puisi cinta satu bait, rahmat, satu bait

Ingin Mati

Di pematang sawah aku berdiri, terus terpaku meski indah lembayung senja menyapaku. Aku sama sekali tak tertarik. Terlanjur luruh dalam kejenuhan yang sangat pada hidup begini saja. Asaku sudah diambang batas. Sesekali kutatap batas langit di sana, menerawang nanar cakrawala. Bergumul dalam pencarian keadilan Tuhan. Lama terdiam, kadang teriak. Sampai padi-padi penghuni sawah itu bergoyang [...]

Pemuda Melawan Buaya

Suatu hari seorang raja yang terkenal lalim, tiba-tiba mengumpulkan rakyatnya ‘katanya’ untuk memberi hadiah. Tumben-tumbenan ini raja mau kasih hadiah, begitu pikir sebagian besar rakyat. Akan tetapi dasar raja lalim, sekalipun ia memberi hadiah ia tidak memberinya gratis. “Wahai rakyatku, aku punya hadiah besar untuk kalian” kata raja. “Horee…’ “Tapi ada syaratnya” raja menambahkan. ”Huuuu [...]

Burung Bul-Bul dan Bunga Mawar (Terjemahan)

“Dia berkata bahwa dia akan berdansa denganku jika aku membawakannya mawar merah,” kata Pelajar Muda, “tetapi di sekeliling kebunku tidak ada mawar merah.” Dari sangkarnya di belantara pohon jati Burung Bul-Bul mendengarkan suara Pelajar Muda, sambil mengawasi di sekitar dedaunan dan bertanya dalam hati.

Anak Jalanan Berkata Pada Angin

Senja setelah lelah bergumul dengan jalanan ibukota. Aku menyingkir dari kepenatan. Menuju ruang persinggahan. Di bantaran kali yang terpolusi hebat, di bawah pohon yang kuheran masih saja ia segan tuk tumbuh di sana. Seperti sebuah keterpaksaan, dari pencarian-pencarian yang telah digelar untuk sebuah kenyamanan tumbuh. Tapi nihil, apa yang bisa kalian harapkan dari sebuah kota [...]

Andai Sempurna

Ketika kau berada di sini, Aku tak bisa melihatmu dalam mata Bagai malaikat kulit tubuhmu membuatku menangis Kau melayang bak bulu dalam dunia yang indah Dan aku berharap menjadi istimewa, Karena kau sangat istimewa

Ke-semut-an

aku hanya bisa terdiam….. ketika aku terpana melihat sesuatu yang indah ditengah turunnya hujan.. sulit rasanya untuk berkata dan ingin melepaskan keinginan ini… aku gemetar …. sekujur tubuh ini ku peluk dengan kedua tangan ku sambil berkata… andai aku bisa berjalan dan memeluk dirinya…. andai aku bisa berlari dan menggapai keinginan ini… ughhh… aku hanya [...]