<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogger Mercusian &#187; antokoe™</title>
	<atom:link href="http://blogger.mercusian.com/author/antokoe%e2%84%a2/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogger.mercusian.com</link>
	<description>Belajar, Berekspresi dan Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 06:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kuliah Blog di Amprokan Blogger 2010</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/kuliah-blog-di-amprokan-blogger-2010.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/kuliah-blog-di-amprokan-blogger-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 17:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[amprokan blogger 2010]]></category>
		<category><![CDATA[blogger mercusian]]></category>
		<category><![CDATA[gaya posting blog]]></category>
		<category><![CDATA[insight blogging]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah blog]]></category>
		<category><![CDATA[romi satrio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[
Kuliah Blog di Amprokan Blogger 2010

Akhirnya bisa juga ikutan hajatan para blogger berskala besar walau tidak sebesar Pesta Blogger. Hajatan Amprokan Blogger 2010 yang diadakan di Kota Bekasi tanggal 06-07 Maret 2010. Hajatan ini bukan sekedar ajang ha-ha-hi-hi para blogger, tapi menjadi penyemangat, agar blog-nya tidak berubah menjadi blog jablay (jarang dibelai/di-update). Kebetulan saya datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_466" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan_blogger_2010.jpg"><img class="size-medium wp-image-466" title="amprokan_blogger_2010" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan_blogger_2010-300x171.jpg" alt="Amprokan Blogger 2010" width="300" height="171" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Kuliah Blog di Amprokan Blogger 2010</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya bisa juga ikutan hajatan para blogger berskala besar walau tidak sebesar Pesta Blogger. Hajatan <strong>Amprokan Blogger 2010</strong> yang diadakan di Kota Bekasi tanggal 06-07 Maret 2010. Hajatan ini bukan sekedar ajang ha-ha-hi-hi para blogger, tapi menjadi penyemangat, agar blog-nya tidak berubah menjadi blog jablay (jarang dibelai/di-update). Kebetulan saya datang dihajatan ini di hari kedua, tanggal 7 Maret dan pas hari Minggu. Acaranya full seminar dari para tokoh blogger negeri ini, seperti mas <strong>Budi Putra</strong> (Yahoo Indonesia), <strong>Nukman Lutfi </strong>(Ahli nuklir dan pengamat sosial media) dan mas <a href="http://romisatriawahono.net"><strong>Romi Satrio</strong></a> (dosen saya dan juga blogger).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-464"> </span>Hadir di hajatan ini bagi saya, cukup memberikan pencerahan, bahwa ternyata blog itu bisa menjadi ujung tombak dari</p>
<div id="attachment_467" class="wp-caption alignright" style="width: 168px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan_blogger_2010_02.jpg"><img class="size-medium wp-image-467 " title="amprokan_blogger_2010_02" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan_blogger_2010_02-225x300.jpg" alt="Amprokan Blogger 2010" width="158" height="210" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Amprokan Blogger 2010</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">sebuah perubahan melalui tulisan-tulisannya. Blogger itu bebas tanpa beban dan tidak punya mempunyai kepentingan apapun. Betapa penting peran blogger dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan bisa juga menjadi pengontrol pemegang kekuasaan setempat. Hajatan yang diadakan oleh K<a href="http://bloggerbekasi.com">omunitas Blogger Bekasi (beblog)</a> didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Bekasi, sebuah bentuk pengakuan bahwa keberadaan blogger penting, karena blogger juga pelaku <em>citizen jurnalism</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang saya dapat dari hajatan ini adalah kuliah umum tentang blog oleh mas <a href="http://romisatriawahono.net">Romi Satrio </a>yang memaparkan 20 gaya posting blog lengkap dengan frekuensi, skor dan tingkat kesulitannya serta contohnya. Dengan gayanya yang khas, bahwa gaya posting blog yang mempunyai tingkat kesulitan cukup tinggi adalah yang berbentuk <strong>Insight Blogging</strong>. Gaya posting blog ini memadukan ide orisinil, pemikiran yang mendalam dan komentar terhadap suatu topik. Sebelum menuangkan dalam sebuah tulisan perlu riset terlebih dahulu dan posting jenis ini popularitas tinggi karena bisa menjadi referensi bagi orang lain, frekuensi posting cukup satu kali per minggu. Sejujurnya gaya posting seperti ini impian saya, tapi apa daya otak belum sampai, tapi harus terus diusahakan. Selain gaya Insight Posting, gaya posting <strong>Piggyback Blogging</strong> yang paling banyak disukai para blogger. Gaya posting ini berisi tentang topik yang sedang menjadi pembicaraan di media. Frekuensinya bisa 3 posting per minggu dengan tingkat popularitas dan kesulitannya sedang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_468" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"><strong><strong><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan_blogger_2010_03.jpg"><img class="size-medium wp-image-468" title="amprokan_blogger_2010_03" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan_blogger_2010_03-300x198.jpg" alt="KBM on Amprokan Blogger 2010" width="300" height="198" /></a></strong></strong></p>
<p class="wp-caption-text">Mejeng Setelah Kenyang</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Evengelist Blogging</strong> mungkin sering dijumpai saat blogwalking dan pelakunya tidak begitu banyak. Gaya posting ini berusaha memberikan inspirasi kepada para pembacanya, entah tentang kehidupan, keberhasilan, atau apapun yang dikuasai oleh blogger. Cukup sulit menginspirasi orang lain, justru sering terinspirasi orang lain. <strong>Repost blogging</strong> sering membuat para blogger kesal, apalagi tulisannya di-copy-paste oleh blogger lain tanpa mencantumkan sumber penulisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak gaya posting yang tidak bisa saya tulis disini, tapi bagi saya bisa ikutan kuliah blog (biasanya dikelas) bareng mas <a href="http://romisatriawahono.net">Romi Satrio</a> di hajatan Amprokan Blogger 2010, menambah ilmu sekaligus bisa silaturahmi dengan para seleb blog yang biasanya hanya ketemu dengan tulisannya di blog masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://antokoe.com">Saya</a>, <a href="http://riez1929.wordpress.com">Hariez</a>, <a href="http://farusganteng.wordpress.com">Farus</a>, <a href="http://andipeace.wordpress.com">Andi,</a> <a href="http://cahjoker.wordpress.com">Wiwid</a> dan <a href="http://blogger.mercusian.com">Komunitas Blogger Mercusian</a> mengucapkan terima kasih kepada <a href="http://bloggerbekasi.com">Beblog </a>terutama <a href="http://akuratu.blogspot.com">mBak Ratu</a> atas undangan dan sambutannya. Terima kasih tshirt-nya. Ditunggu Amprokan berikutnya.</p>
<p><img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=464&amp;type=feed" alt="" /></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=4283&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/kuliah-blog-di-amprokan-blogger-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selebritas Politik Century-Gate</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/selebritas-politik-century-gate.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/selebritas-politik-century-gate.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 16:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[century-gate]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[selebritas politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[

Selebritas Pansus Century (portaltiga.com)

Selebritas menurut kamus bahasa Indonesia online diartikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis). Jadi siapapun yang terkenal bisa disebut selebriti. Siapa yang menjadikan selebriti?. Sebuah keadaan dan dukungan media. Hubungan selebriti dan media seperti motor dan bensin. Kalau kata tetangga saya, selebriti adalah orang yang sering nongol di layar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_459" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/pansus_century.jpeg"><img class="size-medium wp-image-459 " title="pansus_century" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/pansus_century-300x199.jpg" alt="Selebritas Pansus Century" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Selebritas Pansus Century (portaltiga.com)</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Selebritas menurut kamus bahasa Indonesia online diartikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis). Jadi siapapun yang terkenal bisa disebut selebriti. Siapa yang menjadikan selebriti?. Sebuah keadaan dan dukungan media. Hubungan selebriti dan media seperti motor dan bensin. Kalau kata tetangga saya, selebriti adalah orang yang sering nongol di layar televisi. Jadi selebriti bisa saja pemain opera sabun, sinetron, film, musisi, bahkan tokoh politik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-458"> </span>Menarik kalau melihat akhir-akhir ini layar kaca dihiasi suasana rapat yang disiarkan secara live. Ada sebuah perluasan makna sebuah tontonan. Tontonan tidak hanya sebuah lakon atau pertunjukan yang melibatkan sosok yang menarik secara fisik dengan polesan beragam ekspresi. Apa menariknya menonton orang rapat?. Apakah rapat memenuhi kriteria kualitas informasi?. Kualitas informasi ditentukan dari akurasi informasi, tepat pada waktunya dan relevan. Jika menonton rapat yang disiarkan secara live, bisakah mendapatkan informasi yang akurat tentang apa, kenapa, bagaimana dan siapa yang terlibat dalam skandal Bank Century?. Susah menilainya, karena mereka membawa kepentingan masing-masing, sehingga akurasinya perlu dipertanyakan. Apakah timing tepat ?. Bisa ya bisa tidak. Tepat karena banyak pihak ingin tahu dan sudah muak dengan kondisi ini. Tidak bagi yang merasa ini merupakan balas dendam dari musuh-musuh politiknya, karena mereka kalah dalam pemilu kemarin. Relevankah?. Sangat relevan diluar pertanyaan yang sering diajukan para peserta rapat yang kadang-kadang tidak ada relevansinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Media televisi menilai kasus ini memenuhi faktor kualitas informasi, sehingga mereka rela meniadakan jadwal acara reguler hanya untuk menyiarkan rapat agung ini. Dari kasus ini ternyata menciptakan selebritas politik, karena mereka muncul di talkshow-talkshow dengan tampilan layaknya seorang artis. Tidak jarang dari pernyataan yang muncul menjadi sebuah kontroversi yang (sengaja) diblow-up oleh media. Apakah tokoh-tokoh ini akan tetap eksis walaupun episode Century akan segera berakhir?. Selebritas politik akan tetap ada selama dinamika politik negeri ini berlangsung. Bukan masalah eksistensi selebritas politik yang menjadi masalah, tapi apakah yang selama ini mereka perjuangkan bukan hanya sebagai bentuk balas dendam politik tapi merupakan usaha untuk membongkar kebobrokan para petinggi negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Buloggate, Centurygate atau Watergate (AS) semuanya memakan korban. Terus siapa yang jadi korban Centurygate?.</p>
<p>number of view: 117<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=458&amp;type=feed" alt="" /></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=4210&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/selebritas-politik-century-gate.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makhluk itu Bernama Jejaring Sosial</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/makhluk-itu-bernama-jejaring-sosial.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/makhluk-itu-bernama-jejaring-sosial.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 05:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[SosPolBud]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kasus facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan facebook]]></category>
		<category><![CDATA[social networking]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[

Facebook

Makhluk ini tak berbentuk fisik dan tak menyeramkan tapi akhir-akhir ini menjadi sosok yang bagi sebagian orang menyeramkan. Jejaring sosial adalah bentuk perwujudan dari konsep membangun komunikasi tanpa memandang apa dan dimana pelakunya berada. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama, tapi menjadi booming beberapa tahun terakhir. Manusia dimanjakan oleh produk teknologi komunikasi yang meminimalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_454" class="wp-caption alignleft" style="width: 206px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/facebook_logo2.png"><img class="size-medium wp-image-454" title="facebook_logo2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/facebook_logo2-300x300.png" alt="" width="196" height="196" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Facebook</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Makhluk ini tak berbentuk fisik dan tak menyeramkan tapi akhir-akhir ini menjadi sosok yang bagi sebagian orang menyeramkan. Jejaring sosial adalah bentuk perwujudan dari konsep membangun komunikasi tanpa memandang apa dan dimana pelakunya berada. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama, tapi menjadi booming beberapa tahun terakhir. Manusia dimanjakan oleh produk teknologi komunikasi yang meminimalkan interaksi secara langsung sehingga konsep agung <span style="color: #ff0000;">silaturahmi</span> mulai terkikis oleh sifat instan dan praktis.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-450"> </span><span id="more-4142"></span>Makhluk beridentitas Friendster, MySpace, Twitter dan Facebook menjadi teman akrab para jamaah online sehingga banyak menyita waktu efektif setiap harinya. Setidaknya ritualitasnya bertambah seperti yang tuturkan oleh penyanyi rap mutakhir Saykoji lewat lagunya Online. Situasi ini tentunya diendors secara tidak langsung para produsen alat komunikasi (baca:telepon gengam) dan provinder penyedia jaringan komunikasi (operator). Perilaku berubah seiring bagaimana manusia membangun komunikasi dan memaknai komunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jejaring sosial bisa sangat membantu para pelaku sosialita tapi bisa sangat mengganggu atau malah menakutkan. Jika diajukan pertanyaan “Kenapa sih ikut Facebook-an?”. Yang muncul adalah jawaban standar, jarang menjawab begini “Saya kan pengin eksis dan narsis!”. Popularitas sebuah jejaring sosial seperti Facebook (FB) mendorong orang untuk bergabung mulai dari anak SD sampai ibu-ibu. Setiap popularitas selalu bermata dua positif dan negatif. Tidak heran popularitas FB mendorong para jamaahnya untuk membangun komunikasi lebih intens dibanding sebelumnya seperti makin banyaknya acara reuni lintas masa. Sisi lain memberikan lahan baru bagi para penikmat nakal untuk mendapatkan mangsanya.Positif apa negatif tergantung pelaku membawa arah yang diinginkan. Pada hakekat teknologi dihadirkan untuk melengkapi kekurangan manusia atau membantu manusia dalam beraktifitas sedangkan efek adalah bentuk keluaran yang sering dipengaruh mindset manusia itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus penyalahgunaan FB hari terakhir cukup meresahkan para orang tua yang mempunyai putra/putri tanggung umur. Menurut Komnas Anak, ada 1000 lebih laporan penyalahgunaan FB dan rata-rata terjadi diranah remaja sampai dewasa. Kemudahan dan kebebasan jejaring sosial sering mengesamping kontrol, jadi tidak heran jika terjadi pelecehan, penghinaan, pencemaran nama baik terjadi diranah jejaring sosial. Kondisi ini mengingatkan kembali wacana fatwa haram untuk FB. Fatwa mungkin tidak perlu dikeluarkan tapi memberikan informasi dan mengingatkan rambu-rambu yang perlu diperhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir jadi ingat, seorang ibu datang ke tempat kerjaku bilang, “<em><strong>Mas bisa ajari saya Facebook?”</strong></em>. Kemudian ibu itu saya ajarin dasar-dasar pengoperasian internet, sampai pada pembuatan email dan cara menggunakannya. Kemudian,”<em><strong>Mas sekarang ajari saya Facebook?</strong></em>“. Dengan sabar saya menuntun ibu mulai membuat akun FB, sampai pada tahap mencari teman. “<em><strong>Anak ibu punya Facebook?”</strong></em>. Ibu menjawab, “<em><strong>Ada mas!”</strong></em>. Saya mulai mengajarkan bagaimana mencari teman yang mungkin dikenalnya. Ketemulah akun anak ibu ini dan menambahkan dalam daftar teman. Kebetulan sang anak sedang online, permintaan teman langsung di-<em>approve</em>. “<strong><em>Mas gimana cara saya bisa chatting dengan anak saya?”</em></strong>. <strong><em>“Begini…”.</em></strong> Dan tak lama sang ibu dan anak mulai berkomunikasi via FB. <em><strong>“Kamu dimana nak?”</strong></em>, itulah kalimat percakapan si ibu dengan anak, kemudian diteruskan dengan <em><strong>“Kamu sudah makan?”</strong></em>. Si anak malah balik nanya <em><strong>“Mama ngapain sih ikut-ikutan main Facebook?”. </strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kursus singkat itu berakhir, saya menanyakan kepada si Ibu, <em><strong>“Kenapa bu kok ibu pengin diajarin  Facebook?”</strong></em>. Jawaban standarnya, “<strong><em>kepengin mas, teman-teman saya sudah punya Facebook”</em></strong>. Si ibu melanjutkan jawaban, <em><strong>“Sebenarnya saya pengin mantau anak-anak saya yang menginjak remaja secara tidak langsung”</strong></em>. Jawaban yang cukup bijaksana, pikir saya. Ini <em>true story,</em> “<strong><em>hallo ibu Ita, salam buat anak-anak ibu yang cantik”.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=450&amp;type=feed" alt="" /></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=4142&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/makhluk-itu-bernama-jejaring-sosial.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Me-mobile-kan Antokoe dot Com</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/me-mobile-kan-antokoe-dot-com.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/me-mobile-kan-antokoe-dot-com.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 20:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe go mobile]]></category>
		<category><![CDATA[blog hp]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress mobile pack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[
antokoe.com mobile

Ini merupakan bentuk penyempurnaan dari blog ini. Setelah ganti kulit dan mengganti judul blog dari Mas Anto Blog menjadi antokoe dot com (agar sesuai domain dan mengoptimalkan SEO dan berhasil), kini blog ini dibawa ke ranah mobile. Mengapa harus mobile?. Tidak dapat dipungkiri berinternet ria tidak harus nongkrong didepan PC atau laptop, tapi internet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_443" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/antokoe_mobile.png"><img class="size-thumbnail wp-image-443 " title="antokoe_mobile" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/antokoe_mobile-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">antokoe.com mobile</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Ini merupakan bentuk penyempurnaan dari blog ini. Setelah <a href="http://antokoe.com/kulit-yang-cocok/">ganti kulit</a> dan mengganti judul blog dari <strong><a href="http://antokoe.com">Mas Anto Blog</a> </strong>menjadi <a href="http://antokoe.com"><strong>antokoe dot com</strong></a> (agar sesuai domain dan mengoptimalkan SEO dan berhasil), kini blog ini dibawa ke ranah mobile. Mengapa harus mobile?. Tidak dapat dipungkiri berinternet ria tidak harus nongkrong didepan PC atau laptop, tapi internet sudah ada dalam genggaman kita, ada di perangkat telepon kita. Telepon dengan fitur standar asal dapat akses GPRS  dan mempunyai browser pasti bisa mengakses internet.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3731"></span>Menampilkan blog dalam perangkat mobile (handphone) tentunya tampilannya harus disesuaikan dengan kondisi perangkat mobile. Tampilan handphone standar tentu akan berbeda tampilannya jika dibandingkan dengan perangkat smartphone seperti blackberry, iphone atau PDA. Me-mobile-kan blog sebenarnya cukup mudah, cukup memasang plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wordpress-mobile-pack/"><strong>Wordpress Mobile Pack</strong></a> yang dapat</p>
<div id="attachment_444" class="wp-caption alignright" style="width: 296px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/antokoe_mobile_bb.png"><img class="size-medium wp-image-444  " title="antokoe_mobile_bb" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/antokoe_mobile_bb-286x300.png" alt="" width="286" height="300" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">antokoe.com via blackberry</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">didownload secara gratis. Plugin ini cukup besar ukurannya yaitu mendekati 2.0 MB. Upload plugin ini ke folder plugin webserver kemudian ekstraklah, masuk ke <strong>Dashboard </strong><a href="http://wordpress.org">Wordpress</a>, aktifkan plugin ini melalui menu <strong>Plugin.</strong> Selanjutnya tinggal mengatur <strong>Mobile Themes, Mobile Widget d</strong>an <strong>Mobile Switcher</strong>. Jangan kuatir, pengaturan ini tidak begitu merepotkan. Ada baiknya cobalah lakukan analisa tampilan blog kita melalui <a href="http://ready.mobi/results.jsp?uri=http%3A%2F%2Fantokoe.com"><strong>Launch  ready.mob</strong>i </a>yang link-nya bisa ditemukan di bagian <strong>Mobile Themes.</strong> Dari analisis ini akan dapat diketahui seberapa besar error yang ada jika blog ditampilkan dalam versi mobile.<a href="http://ready.mobi/results.jsp?uri=http%3A%2F%2Fantokoe.com"><br />
</a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memudahkan pada widget blog kita tambahkan link <strong>Switch to Mobile Site</strong>, untuk memudahkan melihat tampilan blog kita dalam versi mobile. Setelah semua dilakukan dengan benar, cobalah klik link <strong>Switch ….,</strong> untuk melihat tampilan versi mobile. Jika memiliki perangkat mobile (handphone) yang mempunyai browser, akseslah blog dan lihatlah tampilan blog dalam versi mobile.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba.</p>
<p>number of view: 14<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=442&amp;type=feed" alt="" /></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=3731&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/me-mobile-kan-antokoe-dot-com.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kulit yang Cocok</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/kulit-yang-cocok.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/kulit-yang-cocok.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 10:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[

Skrinsut themes lama antokoe via IE

Kulit disini bukan kulit kita tapi kulit dari blog ini. Kulit atau themes blog adalah halaman yang tampilannya, bagaimana sang pemilik blog memilih. Minimalis, tabeles atau yang rame. Seleralah yang akan mewarnai blog kita sendiri. Maunya halaman blog bisa dibuka sama sempurnanya jika dibuka dengan browser yang beredar pasaran. Themes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_435" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/blogantokoe.jpg"><img class="size-medium wp-image-435 " title="blogantokoe" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/blogantokoe-300x185.jpg" alt="Skrinsut IE" width="300" height="185" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Skrinsut themes lama antokoe via IE</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Kulit disini bukan kulit kita tapi kulit dari blog ini. Kulit atau themes blog adalah halaman yang tampilannya, bagaimana sang pemilik blog memilih. Minimalis, tabeles atau yang rame. Seleralah yang akan mewarnai blog kita sendiri. Maunya halaman blog bisa dibuka sama sempurnanya jika dibuka dengan browser yang beredar pasaran. Themes yang baik dan bener adalah kompatibel dengan semua platform browser alias mutiplatform.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-434"> </span>Penting tidak penting menguji tampilan blog dengan browser yang berbeda-beda bahkan dengan perangkat mobil seperti handphone atau smartphone. Tidak jarang sebuah website menyarankan agar pengunjungnya menggunakan browser tertentu, tentunya agar yang pengunjung merasa nyaman dengan tampilan yang ada atau semua elemen website tampil sempurna. Kesel dan keki jika dengan susah payah mengatur themes pilihan buat blog kita, dan tampilan begitu sempurna (ukuran si blogger) jika dibuka dengan browser tertentu tampilan acak-adul. Faktornya bukan si blogger tidak bisa mengatur tapi lebih pada themes-nya kompatibel multi browser atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah sekian lama blog ini menggunakan themes baru (yang ada sekarang), begitu sempurna jika dibuka menggunakan browser Firefox (favorit saya), Safari, Opera, Chrome, Flock tapi giliran dibuka pakai browser bawaan windows Internet Explorer (IE), kepala (header) blog dengan isi terpisah seperti tidak kompak atau dimutilasi. Pertimbangan awal memakai themes ini adalah tabeles dan mudah konfigurasinya dan lengkap fiturnya. Tapi ada yang terlewat menguji dengan multibrowser terutama dengan IE, karena sudah lama musuhan dengan browser ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah berikutnya, gerilya menemukan kulit baru yang lebih mulitibrowser. Ada saran ?.<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=434&amp;type=feed" alt="" /></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=3130&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/kulit-yang-cocok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pamrih atas Usaha</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/pamrih-atas-usaha.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/pamrih-atas-usaha.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 20:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[pamrih]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua tugas yang diberikan dosen dan mereka punya pamrih akan mendapatkan nilai yang baik.<a href="http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/#ngisor">T</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2771"></span>Dibalik itu dosen sebenarnya secara sengaja walaupun mahasiswa tidak merasa kalau disengaja, tugas itu adalah sebuah awal perkenalan pada sesuatu yang baru dan berharap berlanjut walaupun nilai sudah keluar. Singkatnya adalah bahwa hasil adalah akibat dari sebuah proses dan proses itu bisa terdiri dari usaha-usaha yang mungkin terasa berat. Tapi tidak jarang orang mengabaikan sebuah proses dan hanya berfokus pada hasil yang cepat atau instan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi ingat sebuah iklan, “<em><strong>Kalau mau pinter ya…belajar!</strong></em>“. Analogi dari pertanyaan ini mungkin “<em><strong>Kalau mau menjadi sarjana, ya… kuliah yang benar !”. </strong></em>Dari pernyataan terakhir tersimpul kategori atau tipe seorang yang sedang menempuh studi, yaitu student, turis dan teroris. Tipe student mereka berproses layaknya seorang yang menuntut ilmu dan berpamrih mempunyai kecakapan sesuai bidang ilmu yang dipelajari. Tipe turis, mereka hanya berpamrih pada selembar kertas (baca: ijasah) tanpa perlu repot memikirkan hasil akhir dan kadang menafikan kecakapan ilmu yang dipelajari. Golongan ini biasanya sudah mapan (pekerjaannya) dan hanya butuh peningkatan atau hanya sebuah tuntutan pekerjaaan. Tipe yang terakhir ini yang paling gawat dan rusak. Mereka berasa sebagai bos, yang penting bayar, mengikuti proses belajar menjadi prioritas nomor sekian dan berpamrih juga pada selembar kertas (ijasah).</p>
<p style="text-align: justify;">Pamrih adalah mengharap. Mengharap memperoleh yang maksimal. Maksimal menurut ukuran kewajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, saya berpamrih kepada para blogwalker, membaca dulu sebelum berkomentar. He…he..</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/20012010</strong></em></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=2771&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/pamrih-atas-usaha.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Sebuah Ilmu</title>
		<link>http://blogger.mercusian.com/mahalnya-sebuah-ilmu.html</link>
		<comments>http://blogger.mercusian.com/mahalnya-sebuah-ilmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 11:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[

I&#8217;m not Monkey

Pas liburan kemarin iseng-iseng, Jono pergi sebuah toko hewan (pet-shop). Niatnya dari rumah adalah pengin mencari kandang buat Hamster soalnya yang lama sudah sesak. Masuklah ke toko hewan, tengak-tengok mencari kandang yang dimaksud. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan langsung bertanya kepada penjaga toko. “Monyet itu harganya berapa mas?“. Dengan ramahnya penjaga menjawab, “Oh…kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_421" class="wp-caption alignleft" style="width: 242px;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/monkey.jpg"><img class="size-medium wp-image-421" title="monkey" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/monkey-232x300.jpg" alt="Mahalnya Sebuah Ilmu" width="232" height="300" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">I&#8217;m not Monkey</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Pas liburan kemarin iseng-iseng, Jono pergi sebuah toko hewan (<em>pet-shop</em>). Niatnya dari rumah adalah pengin mencari kandang buat Hamster soalnya yang lama sudah sesak. Masuklah ke toko hewan, tengak-tengok mencari kandang yang dimaksud. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan langsung bertanya kepada penjaga toko. <em><strong>“Monyet itu harganya berapa mas?</strong></em>“. Dengan ramahnya penjaga menjawab,<em><strong> “Oh…kalau yang itu harganya 25 juta..!”.</strong></em> Tanpa pikir panjang laki-laki itu mengeluarkan segepok uang dari tasnya dan langsung membayar monyet itu dengan tunai. Setelah itu monyet dalam kandang langsung dibawa pulang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-417"> </span><span id="more-2257"></span>Menyaksikan kejadian itu, Jono jadi penasaran. “<em>Monyet apaan kok harganya sampai 25 juta”</em>. Untuk mengobati rasa penasaran, Jono menanyakan langsung ke penjaga toko. “<em><strong>Mas monyet kecil begitu kok harganya sampai 25 juta sih?”.</strong></em> Si penjaga menjawab dengan singkat, dan tanpa emosi sedikitpun.  <em><strong>“Oh,,, kalau yang tadi itu mahir program Visual Basic”</strong></em>. Si Jono kaget dan heran, yang notabene dia adalah mahasiswa informatika semester 3. Ditengah keheranan, masuklah seorang ibu (bersama ajudannya) yang kalau dilihat dari penampilannya seperti seorang yang mempunyai kekuasaaan. Si ibu langsung menuju kandang yang posisinya sebelah kanan depan  Jono. “<em><strong>Mas saya mau beli yang ini mas?</strong></em>“, si ibu berbicara dengan penjaga toko. <strong><em>“Mau bayar tunai apa cek bu?”</em></strong>, tanya si penjaga. <em><strong>“Tunai saja”,</strong></em> jawab singkat si ibu. Langsung si ibu mengeluarkan sepuluh  gepok uang 100 ribuan dan menyerahkan kepada si penjaga. Si penjaga menerima dengan hati-hati kemudian membuatkan kuitansi. Setelah selesai si ibu beranjak pergi, sementara sang ajudan menggotong kandang yang berisi monyet tadi menuju mobil yang sudah diparkir didepan toko.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih penasaran lagi si Jono, langsung tanya dengan si penjaga. <strong><em>“Yang tadi monyet apalagi kok harganya sampai 100 juta?”.</em></strong> Si penjaga menjawab dengan entengnya seperti biasa, <strong><em>“Monyet yang tadi itu mahir .NET, PHP”.</em></strong> Si Jono melongo mendengar jawaban si penjaga toko.  Saking penasarannya mendekatlah Jono ke kandang monyet di pojok toko, dan matanya langsung tertuju pada label yang ada dikandang. <em><strong>“Mas kalau monyet ini kok harganya sampai 500 juta?</strong></em>“. Si penjaga diam sambil merapikan susunan makanan kucing yang ada dirak, terus mendekati si Jono, <em><strong>“Yang ini mas….?”</strong></em>, sambil menunjuk monyet dalam kandang. <em><strong>“Yang ini adalah project manager yang mahir bahasa program JAVA dan sudah mengantongi beberapa sertifikat dari Sun Microsystem”. </strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Si Jono nyengir mendengar jawaban penjaga toko. Dalam penjalanan pulang si Jono pikirannya berputar-putar, ternyata ilmu itu mahal lebih-lebih ilmu yang diimbagi kecakapan khusus.</p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi dari buku <strong>A Project Management Primer</strong> <strong>(Nick Jenkins 2005).</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>antokoe/12012010<br />
</strong></p>
<p><img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&amp;id=417&amp;type=feed" alt="" /></p>
<img src="http://blogger.mercusian.com/?ak_action=api_record_view&id=2257&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogger.mercusian.com/mahalnya-sebuah-ilmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gus Dur-ian</title>
		<link>http://antokoe.com/gus-dur-ian/</link>
		<comments>http://antokoe.com/gus-dur-ian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 06:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[
Istilah itu saya kenal pada saat rezim orde buruh mulai runtuh dan pecahnya telur reformasi. Artinya kalau menurut saya, sebuah pemahaman atau cara pemikiran ala Gus Dur. Gus Dur sudah menjadi brand dan bagi orang yang mendengar sudah terbayang seperti apa sosok yang satu ini. Saya sangat kagum dan bahkan seperti tidak rela kalau ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_404" class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><img class="size-medium wp-image-404" title="gusdur" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/gusdur-221x300.jpg" alt="Abdurahman Wahid" width="221" height="300" /><p class="wp-caption-text">Abdurahman Wahid</p></div>
<p style="text-align: justify;">Istilah itu saya kenal pada saat rezim orde buruh mulai runtuh dan pecahnya telur reformasi. Artinya kalau menurut saya, sebuah pemahaman atau cara pemikiran ala Gus Dur. Gus Dur sudah menjadi brand dan bagi orang yang mendengar sudah terbayang seperti apa sosok yang satu ini. Saya sangat kagum dan bahkan seperti tidak rela kalau ada yang mencela beliau. Saya selalu mencoba untuk memahami apa dan bagaimana cara beliau berpikir. Kenapa?. Kalau dalam bahasa iklan mungkin tagline &#8220;<em><strong>S</strong><strong>elalu terdepan</strong></em>&#8221; cocok buat menggambarkan cara pandang sosok yang satu ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-407"></span>Ada ungkapan, &#8220;<em>Cara berpikir Gus Dur hanya dia dan Tuhan yang tahu, ibarat mobil saat belok tanpa menyalakan lampu sen. Sangat mengagetkan</em>&#8220;. Proses pemahaman saya terhadap Gus Dur selalu saya awali dengan &#8220;<em>Oke. Sebentar, ada apa dibelakang pernyataan/tindakannya, kenapa bisa seperti itu?</em>&#8220;. Mungkin pernah mendengar pernyataan beliau kalau ucapan <em>Assalamu&#8217;alaikum </em>diganti dengan Selamat Pagi. Sebagai orang islam pasti bingung dan mungkin kesal dengan ide seperti itu. Dan Alhmadulillah saya beruntung mendapat jawaban apa dibalik ide tersebut dari seorang ulama yang dekat dengan beliau, kalau ide itu sengaja dilempar ke publik karena ada usulan dari salah satu anak buah Presiden Soeharto (waktu itu). Dengan dilemparkan isu itu ke permukaan, maka muncul reaksi yang secara tidak langsung memberitahukan kepada penguasa bahwa ide itu bodoh. Tapi beliaulah menjadi sasaran tembak dari orang-orang yang tidak setuju dengan ide itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejujurnya dulu saya adalah pendukung partai yang didirikan Gus Dur. Karena walau malu-malu saya kagum dengan pemikiran beliau, disamping saya juga dibesarkan dilingkungan islam tradisional yang menjadi basis organisasi yang dipimpin Gus Dur. Islam tradisional yang lebih mengedepankan nilai-nilai hakiki dari ajaran agama daripada simbol-simbolnya sendiri. Partai yang didirikan Gus Dur, akhir-akhir ini <em>&#8220;kelihatan&#8221;</em> pecah amburadul, sehingga pendukungnya mulai beralih ke partai lain. Tapi bagi saya ini adalah bentuk praktek pembelajaran demokrasi yang langsung diterapkan oleh Gus Dur. Sudah menjadi rahasia umum kalau partai ini sangat tergantung dengan seorang figur (kyai) dan selama partai hanya bergantung pada figur akan habis seiring tidak adanya figur yang berpengaruh. Regenerasi partai berjalan dengan dinamika yang ada, bahwa si A tidak setuju dengan si B dan akhirnya membentuk partai baru atau malah muncul kepengurusan partai ganda sampai bertarung di ranah hukum, dan akhirnya hukumlah yang menengahi. Secara tidak langsung beliau mengajari kepada yang muda, jangan terlalu bergantung dengan figur (tua) dan jika terjadi perselisihan, gunakanlah jalur hukum. Kesimpulan saya, ciptakanlah suasana konflik dan belajarlah dari konflik itu. Mungkin tidak lazim tapi itulah yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Presiden SBY menyebut Gus Dur sebagai pejuang pluralisme dan multikulturisme sangat tidak berlebihan. Beliau sangat peduli dengan kelompok minoritas tanpa melihat perbedaaan dan selalu menjadi pembela paling depan jika ada kelompok yang merasa tersakiti. Oleh lawannya sering dicap lebih mementingkan kelompok lain (minoritas) dibanding kelompok sendiri. Mungkin begini cara pandangnya, kelompok sendiri (mayoritas) pasti banyak yang bela, sedangkan minoritas mungkin tidak ada yang bela atau sudah sewajarnya yang mayoritas melindungi minoritas dan itu yang praktekkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai akhir hayatnya, beliau jika ditanya apakah mau mencalonkan menjadi presiden, beliau menjawab jika diperintahkan maka dia akan maju. Dibalik pernyataan beliau mungkin secara tidak langsung mengatakan &#8220;e<em>mang gak ada lagi yang pantas jadi presiden, yang lebih muda, lebih fresh</em>&#8220;. Beliau terpilih menjadi presiden RI ke-4, seperti menjadi sebuah penghubung dalam proses transisi yang sangat krusial. Walau hanya bertahan tidak sampai 2 tahun tapi beliau berhasil meletakkan landasan yang kuat demokrasi Indonesia serta menunjukkan seperti itulah wajah Indonesia. Secara tidak langsung beliau mengantarkan seorang perempuan menjadi presiden Indonesia yang jika dalam kondisi normal (walau sebagai pemenang pemilu) kecil kemungkinan terwujud mengingat isu boleh/tidaknya seorang perempuan menjadi presiden sangat kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Disaat proses pelengseran beliau menjadi presiden, beliau menunjukkan bagaimana hukum dan politik harus berjalan seiring dan jika belum maka tugas bangsa ini untuk menyelesaikannnya. Sosok ini sekarang sudah tiada meninggalkan tugas-tugas penting buat bangsa ini untuk terus berbenah menjadi Indonesia yang sesungguhnya. Mencari kembali sosok seperti Gus Dur tidak pernah akan ada, karena seorang pemimpin itu lahir untuk jamannya. Tapi berharap Gus Dur-ian akan tumbuh dan membuat negeri ini memperoleh harga diri dan martabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Selamat Jalan Guru Bangsa, Beristirahatlah dengan tenang.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/020110</strong></em></p>
number of view: 1724<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=407&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/gus-dur-ian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Langkah Pikiran Tahun 2009</title>
		<link>http://antokoe.com/catatan-langkah-pikiran-tahun-2009/</link>
		<comments>http://antokoe.com/catatan-langkah-pikiran-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 17:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[
Tahun baru menjelang, berarti beralih menuju tahun berikutnya. Banyak yang terjadi dan terekam serta berakhir menjadi catatan yang dituangkan dalam sebuah posting yang terkadang sangat dangkal dalam menelaahnya. Kedangkalan itu bukti kalau memang begitu cara menelaahnya. Dinamika blog ini di tahun 2009 begitu terasa terutama jika dilihat dari jumlah posting berdasarkan bulan. Tidak lebih 6 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><img title="New Year" src="http://philawdelphia.files.wordpress.com/2008/12/happy_new_year_fireworks.jpg" alt="Selamat Tahun Baru 2010" width="275" height="184" /><p class="wp-caption-text">Selamat Tahun Baru 2010</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tahun baru menjelang, berarti beralih menuju tahun berikutnya. Banyak yang terjadi dan terekam serta berakhir menjadi catatan yang dituangkan dalam sebuah posting yang terkadang sangat dangkal dalam menelaahnya. Kedangkalan itu bukti kalau memang begitu cara menelaahnya. Dinamika blog ini di tahun 2009 begitu terasa terutama jika dilihat dari jumlah posting berdasarkan bulan. Tidak lebih 6 posting dan alhamdulillah tidak ada yang kosong setiap bulannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span id="more-398"></span>Bulan Januari 2009</strong></span> &#8211; ada 6 postingan dan masih didominasi masalah dinamika politik, sedikit kondisi sosial dan sebuah ajakan. <span style="color: #ff0000;"><strong>Bulan Februari 2009</strong></span> &#8211; hanya ada postingan tentang wabah baru berjejaring sosial dan perlunya terus belajar. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Maret 2009 </span></strong>- sama dengan bulan Februari, ada 2 postingan tentang perlunya ikhlas dan santun dalam berpolitik. <strong><span style="color: #ff0000;">April 2009</span></strong> &#8211; saatnya pesta nyontreng, dan hajatan ujian nasional serta dinamika politik menjelang pemilihan presiden. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Mei 2009 </span></strong>- pesawat jatuh, menularkan ngeblog dan munculnya sosok caddy perempuan yang bikin geger negeri ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Juni 2009</span></strong> &#8211; tahun ajaran baru berarti mulai sekolah maka pungutan muncul, dampak dari teknologi digital plus kemalasan yaitu budaya copy paste. Ada sedikit harapan mengingat bertambahnya umur yang punya blog dan sedikit unek-unek buat calon presiden baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Juli 2009</span></strong> &#8211; bom meledak ditengah persiapan pemilihan presiden, fenomena debat presiden dan oleh-0leh dari Borobudur International Festival yang kurang meriah gara-gara bom Kuningan. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Agustus 2009</span></strong> &#8211; fenomena dahsyatnya media, pikiran usil tentang teroris Noordin M Top, dan blog ini ganti theme setelah hampir setahun tak berubah. Bulan Ramadhan datang, sedikit introspeksi diri dan bagaimana menulis posting yang singkat dan jelas. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan September 2009</span></strong> &#8211; gempa Tasikmalaya, fenomena romantika fesbukiyah dan even nasional mudik serta urbanisasi. Di bulan ini pula blog ini memberanikan diri mengontrak rumah baru (self-host) setelah hampir 3 tahun ngontrak di Wordpress.com. Tentunya berharap blog ini lebih semarak. <strong><span style="color: #ff0000;">Oktober 2009 </span></strong>- diawali posting tentang dahsyat gempa Padang, oleh-oleh dari pulang kampung tentang kondisi Candi Borobudur sekarang, heboh Miyabi, pasca kemenangan SBY saatnya berbagi kue kekuasaan ditambah ada sedikit pesan buat presiden terpilih. Ada keprihatinan sendiri melihat pengangguran terdidik (sarjana, diploma) yang makin lama makin banyak. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan November 2009</span></strong> &#8211; heboh cicak vs buaya, pengalaman ngobrol dengan generasi tua dan cerita teman yang selalu asyik berkutat dengan dunianya sendiri. B<strong><span style="color: #ff0000;">ulan Desember 2009 </span></strong>- diawali dengan bohong, hidup harus berubah dan berbagi pengalaman ber-google wave. Tahun ini ditutup dengan posting ini sebagai kaleodoskop blog.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu adalah catatan langkah pikiran di tahun 2009. Semua dapat dilihat jelas dibagian <a href="http://antokoe.com/arsip/">Arsip</a>. Total ada 50 posting plus 1 artikel ini. Jumlah yang sangat sedikit untuk ukuran blog personal. Nyambi ngeblog sambil mengurusi anak orang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 2010, ada sebuah resolusi baru tentang blog ini yaitu akan basah dengan postingan baru dan memberikan inspirasi bagi pembaca.</p>
<h3 style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">Selamat Tahun Baru 2010, semoga akan menjadi lebih baik</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>antokoe/30122009</em></strong></p>
number of view: 1211<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=398&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/catatan-langkah-pikiran-tahun-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi via Google Wave</title>
		<link>http://antokoe.com/berbagi-via-google-wave/</link>
		<comments>http://antokoe.com/berbagi-via-google-wave/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 17:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[
Bayangkan sebuah kondisi yang mengharuskan bertemu untuk membicarakan hal yang penting misalkan konsep bahan presentasi, tapi waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk bertemu karena lokasinya berjauhan. Dibutuhkan sebuah media untuk menyatukan ide, dan akhirnya dipilihlah email atau chat via Yahoo Messanger/Facebook/Skype atau media komunikasi interaktif lain. Dengan email akan memanfaatkan fasilitas reply, chat bisa berbalas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_392" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-392" title="wave" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/12/wave-300x207.jpg" alt="Screenshoot Diskusi via Wave" width="300" height="207" /><p class="wp-caption-text">Screenshoot Diskusi via Wave</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan sebuah kondisi yang mengharuskan bertemu untuk membicarakan hal yang penting misalkan konsep bahan presentasi, tapi waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk bertemu karena lokasinya berjauhan. Dibutuhkan sebuah media untuk menyatukan ide, dan akhirnya dipilihlah email atau chat via <strong>Yahoo Messanger/Facebook/Skype </strong>atau media komunikasi interaktif lain. Dengan email akan memanfaatkan fasilitas reply, chat bisa berbalas, tapi semua tadi tidak bisa menciptakan konsep materi secara live dan masing-masing bisa melihat langsung dilayar monitor dan dapat berinteraksi dengan konsep yang sedang dibuat. Dan yang terpenting semua tadi dapat didokumentasikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-391"></span>Solusi yang pas untuk situasi diatas adalah dengan memanfaatkan makluk baru ciptaan <a href="http://www.google.com">Google</a> yang bernama <a href="http://wave.google.com">Google Wave (Wave)</a>. Wave ini bahkan diklaim dapat mengikis kepopuleran situs jejaring sosial <a href="http://www.facebook.com">Facebook (FB)</a>. Tidak berlebihan memang, tapi ada perbedaan orientasi, FB lebih santai dan cenderung populis. Sedangkan <a href="http://wave.google.com">Wave </a>berkesan lebih serius dan fungsional, sangat cocok untuk berbagi dengan kelompok kerja, enterprise, kelompok diskusi. Metode yang digunakan memang mirip thread diskusi dan jika sedang sama-sama online, pada saat sedang membalas thread/chat dapat terlihat pergerakan huruf demi huruf yang diketik lawan diskusi dan kita dapat menambahkan secara live apa yang ditulis oleh lawan diskusi atau bahasa gampangnya dapat ngrecoki tulisan lawan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://wave.google.com">Wave </a>oleh <a href="http://www.google.com">Google </a>dikembangkan dalam semangat open source, terutama ekstension atau bot sehingga para developer</p>
<div id="attachment_393" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-393" title="wave2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/12/wave2-300x210.jpg" alt="Screenshoot Berbalas Thread Wave" width="300" height="210" /><p class="wp-caption-text">Screenshoot Berbalas Thread Wave</p></div>
<p>dapat mengembangkan dan akan memperkaya fitur dari <a href="http://wave.google.com">Wave i</a>tu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu sekelumitnya pengalaman ber-wave-ria. Sayangnya sampai tulisan ini publish <a href="http://wave.google.com">Wave </a>masih dalam tahap preview artinya hanya orang-orang tertentu yang dapat mencoba, itupun karena diundang oleh teman dan saya termasuk beruntung karena saya diundang oleh <a href="http://www.google.com">Google </a>untuk mencoba <a href="http://wave.google.com">Wave</a> dan artinya saya bisa mengundang teman-teman saya untuk ikutan mencoba <a href="http://wave.google.com">Wave</a> ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang berminat mencoba, silakan kirim email ke <a href="mailto:mas.anto72@gmail.com">mas.anto72@gmail.com </a>dan email anda harus <a href="http://mail.google.com">Gmail</a>. Masih ada jatah untuk mengundang 18 orang lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tutorial ditunggu, masih dalam proses.</p>
number of view: 1234<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=391&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/berbagi-via-google-wave/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
