Home » Featured, Hiburan, New, Renungan » Sensasi Melunturkan Moral

Sensasi Melunturkan Moral

Moralitas

Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya menguntungkan dari segi publisitas.

Jika menyebutkan sensasi media, setiap waktu silih berganti seperti sudah terskenariokan. Yang paling banyak menyita perhatiannya adalah skandal video syur artis. Kehebohannya dapat mengguncang dunia bahkan popularitas setara dengan hajatan 4 tahun piala dunia yang diadakan di Afrika Selatan. Tapi kenyataannya skandal ini memberikan predikat yang negatif bagi negeri ini setelah budaya korupsinya. Sebagai negara berpenduduk muslim sedunia, jelas-jelas skandal ini sangat memalukan dan bisa memberikan cerminan kalau ada kemerosotan moral yang cukup serius. Niatnya mungkin hanya iseng berbalut sakit hati atau perasaan tidak suka, tapi efeknya sangat luas bagi pelaku sendiri maupun yang [sengaja] melihatnya. Sehingga menjadi kambing hitam pada kejadian kejahatan seksual, bahwa mereka melakukan karena terinspirasi dari video itu. Disisi lain penegak hukum sedang berjuang agar semuanya dapat diselesaikan secara hukum, sedangkan secara sosial diserahkan ke masyarakat.

Diranah yang sama, yaitu hiburan, sensasi seorang diva yang secara terang-terangan (karena dilakukan didepan kamera infotainmen) sedang menjalin hubungan dengan seorang yang notabene suami [menurut istri] perempuan lain. Sang diva juga memiliki 2 orang anak yang beranjak ABG sedangkan sang lelaki mempunyai 4 anak. Apa yang kira-kira ditanyakan oleh teman-teman sekolahnya kalau melihat ibu/ayahnya seperti itu diranah publik?. Apa yang ada dipikiran mereka?. Mungkinkah itu bentuk dari dahsyatnya cinta?. Cinta yang membutakan dan melunturkan moral tapi jika dilihat dari sisi persepsi cuekisme, mungkin itu biasa dan sah saja.

Bagi media kondisi seperti ini merupakan informasi yang premium dan layak diekplorasi dari berbagai sisi, kalau perlu melewati batas penyampaian informasi tanpa melihat dampak yang akan ditimbulkan. Disini butuh profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan hanya mendapatkan sesuatu yang sensasional saja. Karena sesuatu yang sensasional ada kalanya dekat sekali dengan tindakan yang melunturkan moral.

gambar dari sini.

Popularity: 3% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Kontributor KBM:  Seorang dosen dan blogger yang senang dengan pemrograman, mencoba untuk belajar dan berbagi.


Artikel Terkait:

  1. Hubungan Etika, Moral, dan Teknologi
  2. Miyabi antara Bisnis, Penasaran, Ngarep dan Moral
  3. Selebritas Politik Century-Gate
  4. Nama Baik
  5. Ah…Keong Racun
About This Post
Posted by antokoe™ on Jul 22nd, 2010 and filed under Featured, Hiburan, New, Renungan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

1 Response for “Sensasi Melunturkan Moral”

  1. Hariez says:

    hahahaa..ya..ya..ya inilah hidup Pa’e ada hitam dan ada yang putih tidak semuanya berjalan dengan satu warna bukan ? :D

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco